Secret Admirer

738

Aku menaruhkan surat yang sudah kutulis tadi malam ke dalam lokernya, “Semoga dia membalasnya” gumamku sambil menutup lokernya. Kau tahu bagaimana cara aku dapat membukanya ? Aku memakai jepitan kecil yang biasa kupakai di poni panjangku. Setelah aku menaruh suratku ke dalam lokernya, aku menutup kembali loker itu lalu menguncinya dengan jepitanku setelah itu aku memakaikan jepitan itu ke poniku lagi.

Pemilik loker itu adalah seorang anggota ekstrakuler basket di sekolah kami. Namanya Kris. Dia adalah kakak kelasku, dia adalah anak kelas 11-C. Hampir semua perempuan menyukainya dan aku termasuk dari sekian banyak perempuan itu.

Aku menuju kantin, kebetulan kantin berdekatan dengan lapangan basket. Beberapa murid berkumpul melihat sekumpulan anak laki-laki yang bermain basket terutama anak anak perempuan yang ingin melihat Kris. Aku melihatnya, dia keren sekali. Ya Tuhan, mengapa kau menciptakan makhluk sesempurna itu. Aku menaikkan kedua sudut mulutku, mengembangkan sebuah senyuman kecil saat melihatnya. Ya, ini selalu terjadi saat aku melihatnya.

“Lie Xiu Ri” tiba tiba temanku datang dan menyenggol lenganku, sontak aku langsung menengok ke arahnya. Namanya Huang Xiang Yi.

“Apa ?”

“Kau sudah melakukannya” dia menaikkan alisnya sambil tersenyum di hadapanku.

“Tentu” aku tersenyum lalu menengok ke arah lapangan basket. Ingin melihat wajahnya lagi.

“Ayo kita ke kantin” temanku melingkarkan lengannya ke arahku. Oh iya, tujuan awalku kan ingin ke kantin. Aku sampai lupa karena terlalu hanyut dalam kekagumanku saat melihatnya.

“Ayo!” aku menuju kantin. Aku mencari tempat duduk sedangkan temanku mengambil makanan untuk kami. Sekitar beberapa menit aku menunggu, akhirnya temanku menghampiriku.

“Ini pesananmu” dia mengambil makanan dan minumanku dari atas nampan.

“Terima kasih” aku tersenyum di hadapannya yang duduk di depanku.

“Bagaimana ? Apa dia sudah menerimanya ? Di terima atau tidak” temanku bertanya dengan serentet pertanyaan. Dia adalah orang yang paling antusias kalau sudah mendengar tentang ceritaku.

“Belum”, Aku menengok ke arah lapangan basket dari kantin sekolah, melihat Kris yang sedang memasukkan basket ke dalam ring dan semua anak yang melihatnya bersorak terutama anak anak perempuan. Seketika aku menyunggingkan senyumku lagi.

“Kok belum ?” katanya saat aku masih menoleh ke arah Kris.

“Aku baru memasukkan surat itu ke lokernya saat sebelum kita ke kantin, bodoh!” aku langsung menengok ke arah temanku lalu mengetuk sumpit ke kepalanya.

“Kenapa kau tidak langsung memberikannya saja” kata temanku sambil mengelus puncak kepalanya.

“Kau gila suruh aku melakukan itu di depan semua anak anak” aku mengetuk sumpit itu ke kepalanya

“Aish.. apa kau tidak bisa tidak mengetukkan sumpit itu ke kepalaku” dia mengelus puncak kepalanya lagi.

“Itu karena kau terlalu bodoh” aku mencubit kedua pipinya. Gemas melihat tingkah temanku.

Aku membaca novel romantis di atas kasurku. Akhir akhir ini aku jadi sering membaca novel cinta sejak aku menyukai Kris. Sebelumnya aku selalu membaca novel yang genrenya horror dan thriller. Cinta memang bisa merubah segalanya. Aku memikirkannya dan surat itu, apa kisahku ini akan berakhir bahagia seperti novel novel romantis yang kubaca. Entahlah, aku tidak akan pernah tahu sebelum mendapatkan balasannya.

“Argh..” aku menjambak rambutku sendiri. Seperti orang gila saja. Iya, dia benar benar memabukkanku dan membuatku gila karenanya. Kisah sederhana ini membuat perasaanku seperti ehm.. seperti apa yah, aish aku tidak bisa menjelaskannya. Aku merebahkan tubuhku. Membayangkannya. Sudah berapa kali dia membuatku tersenyum seperti ini. Tapi masa bodo, aku suka dengan perasaan ini.

Di terima atau tidak yah. Dari pada aku memikirkan hal ini, lebih baik aku tidur siapa tau aku akan memimpikannya seperti kemarin malam.

Bel istirahat berbunyi, aku langsung keluar kelas dan menuju ke lokerku. Aku membuka loker itu. Ternyata di dalamnya, ada surat tadi. Berarti dia sudah membalasnya, aku senang sekali. Baru satu hari kukasih, dia sudah membalasnya. Rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu di perutku saat ini.

“Wah.. kau sudah mendapatkan balasan darinya” tiba tiba Xiang Yi merangkul pundakku. Aku menoleh ke arahnya lalu tersenyum ke arahnya, “Iya”

“Ayo buka sekarang!” katanya antusias.

“Tidak, aku tidak akan membukanya sekarang. Aku akan membukanya nanti, di rumah”

“Kau pelit sekali” katanya sedikit memajukan sedikit mulutnya.

“Sorry yah. Hehehe. ayo, kita ke kantin” kataku sambil menutup lokerku dan menguncinya lalu melingkarkan lenganku di lengannya,

“Ya sudah ayo” katanya datar, pasti dia kesal karena aku tidak ingin membuka suratnya. Tapi yasudahlah, ini kan hakku untuk tidak memberi tahukan pada siapapun.

“Kau jangan jutek seperti itu terus dong” kataku sambil mencubit salah satu pipinya.

“Habisnya kau tidak mau membuka suratnya”

“Itu kan rahasia dan mana mungkin aku buka di sini. Kalau ketahuan orang gimana”

“Hei lihat!, Kris datang ke sini” katanya berbisik sambil mendekatkan wajahnya ke arahku.

“Oh no, aku harus mengumpat” aku langsung menundukkan kepalaku.

“Hei, dia berjalan ke arah sini”

“Apa ??!!?!” aku semakin menundukkan kepalaku. Betul saja dia melewati meja kami. Ya, dia hanya melewatinya tanpa menghiraukan kami. Ternyata dia hanya ingin menghampiri teman-temannya.

“Untung saja” aku menghela nafaku panjang lalu kembali memakan makananku.

Aku duduk di kursi yang ada di depan meja belajarku, membuka surat itu. Kulihat, ternyata dia betul-betul membalasnya di halaman sebaliknya. Aku membaca surat itu, tak kusangka air mata mengalir ke pipiku.

Buat gadis yang selalu memakai jepitan kecil di poninya,

Kau tahu bagaimana aku tahu kalau itu kau, tadi saat aku ingin mengambil minuman di loker, aku tak sengaja melihatmu memasukkan sebuah kertas ke dalam lokerku. Aku melihatnya dari ujung koridor sekolah.

Terima kasih kau sudah menyukaiku, aku sangat menghargai perasaanmu terhadapku. Terima kasih sudah memberi perhatian lebih padaku. Tapi, cinta itu tidak harus saling memiliki, bukankah begitu? Maaf, aku tidak bisa menerimamu, pertama kita tidak saling mengenal, dan kedua aku sudah menyukai wanita lain. Aku sangat menyukainyya, bahkan lebih dari itu.

Mungkin kau akan marah padaku setelah membaca surat ini. Tapi percayalah, kau pasti akan mendapatkan pria yang lebih baik dariku yang akan mencintaimu dengan tulus dan kau akan melakukan hal yang sama terhadapanya. Semoga kau mengerti perasaanku.  Terima kasih karena kau berani melakukan hal ini, kudoakan semoga kau bisa cepat melupakanku dan bertemu dengan pria yang lebih baik.

Salam,

Kris

Ya, dia menolakku. Harusnya aku menyadarinya sejak awal, dia terlalu sempurna untukku. Aku hanyalah siswa biasa dan tidak popular. Ini memang salahku, karena aku terlalu percaya diri untuk melakukan hal bodoh seperti ini. Tapi sekarang aku mengerti, aku harus melupakannya. Merelakannya. Kris, semoga kau bisa mendapatkan wanita itu.

“Hi, Xiu Ri” Xiang Yi menyapaku yang sedang duduk di bangku perpustakaan, selera bukuku kembali seperti sebelumnya. Menyukai genre horror dan thriller.

“Hi juga” aku tersenyum di hadapannya.

“Aish, kau ini masih saja suka baca buku menyeramkan seperti itu” dia mengambil buku itu dari tanganku.

“kembalikan” aku mengambil buku itu lagi dari tangannya.

“Kau tahu ada gossip baru di sekolah kita ?”

“Apa ?” kataku tidak terlalu antusias

“Kris sudah pacaran dengan ketua cheerleaders”

“Oh, mereka memang cocok” kataku datar. Mereka memang cocok. Ketua cheerleader di sekolahku dan kris sama sama tinggi. Mereka sama sama popular. Yang satu cantik, dan yang satu tampan. Pantas saja kau ditolah Xiu Ri!.

“Kau jangan sedih” dia menarik kedua ujung mulutku, memberi sebuah tanda senyuman di wajahku.

“Aku tidak sedih, aku sudah mengetahuinya sejak dia membalas suratku lalu dia menolakku”

“Kau tahu, sepupuku yang dari Beijing akan pindah ke sekolah ini. Dia sangat imut loh. Aku akan menjodohkanmu dengannya saja, bagaimana ?” katanya antusias

“Kau ini, bisa saja” kataku menunjukkan ketawaku yang dipaksakan

“Aku serius!. Ya sudah, aku ingin pergi ke toilet. Bye “ temanku pergi begitu saja tanpa mempedulikkan balasanku. Sepertinya aku harus kembali ke kelas, bel akan berbunyi. Aku meminjam buku yang kubaca tadi dari perpustakaan.

Aku berjalan menuju kelas sambil membawa buku yang kubawa. Tiba tiba…

Bruk

Ada orang yang menabrakku, dan itu membuat buku yang kupinjam terjatuh, “Aduh kalau jalan hati-hat—“ aku mengambil buku itu lalu berdiri. Oh no, siapa pria yang ada di hadapanku saat ini. Kenapa dia imut sekali >.<. Dia memang tidak tampan, tapi dia benar benar imut.

“Ma maaf, aku tidak sengaja” dia menggaruk tengkuknya yang  kuyakin tidak gatal.

“Oh tidak apa apa, ngomong ngomong aku tidak pernah melihatmu disini” ya benar, aku tidak pernah melihat pria seimut dia di sekolah ini, bahkan mungkin selama aku hidup di dunia ini.

“Aku siswa pindahan dari Beijing, namaku Xi Luhan” dia mengulurkan tangannya ke hadapanku. Aku bersalaman dengannya. Ternyata dia siswa pindahan dari Beijing, pasti dia sepupunya Xiang Yi. Xiang Yi, kau memang harus menjodohkanku dengan pria ini!.

“Namaku Lie Xiu Ri, senang bisa berkenalan denganmu” aku menunjukkan senyum terbaikku kepadanya dan melepaskan tanganku dari tangannya.

“Ngomong ngomong kau tahu di mana kelas 10-D ?”

“Tentu saja aku tahu, itu kelasku. Ayo, ikut denganku! Aku akan menunjukkannya padamu” Oh Tuhan, terima kasih dia ternyata sekelas denganku. Aku akan beratus ratus kali merasa bahagia bisa sekolah di sini. Aku berjalan di depannya, sementara dia berjalan di belakangku. Senyum mengembang di wajahku selama menuju ke kelas.

*Luhan pov*

Apa ini perempuan yang diceritakan oleh Xiang Yi ?. Kalau begini, aku akan menerima tawarannya untuk menjodohkanku dengan peremuan ini. Perempuan ini menarik juga, aku terus tersenyum sambil memandang punggungnya. Xiu Ri, sebentar lagi kau akan menjadi milikku

THE END

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s