Sebelum aku pergi

oh iya, ini sebelumnya pernah ada di blog saya erenluciana.blogspot.com . maaf yah, judulnya agak alay gimana gitu terus gua juga gak bisa jamin ceritanya bagus. semoga suka yah :v

.

.

.

“saya ingin bertemu dengan seseorang sebelum saya pergi dari dunia ini”
“ok, tapi hanya beberapa saat”
“ baiklah kalau begitu. bawa saya ke dia”

Aku pun pergi ke rumah orang tersebut. Aku hanya ingin bertemu dia sebelum aku meninggalkan dunia ini. Bagiku dia sangat berharga. Kalau bukan karena dia mana mungkin aku bisa menjadi “seseorang” saat aku masih berada di dunia ini.
Tapi, sayang masa-masa itu tidak lama kunikmati sebuah tragedi kecelakaan beruntun terjadi kepadaku yang membuatku meninggal. Jadi, sekarang aku hanya “sebuah” roh yang ingin bertemu seseorang sebelum benar-benar ingin meninggalkan dunia ini.
Aku menembus pintu kamarnya, dia terlihat terdiam di kamar. Tanpa melakukan apapun. Aku pun berdiri di hadapannya. Dia masih memakai baju hitam. Pasti dia mengunjungi penguburanku, pikirku.
Saat pertama kali aku menjadi roh, aku berpikir aku adalah manusia dn aku berpikir aku selamat lewat tragedi tersebut. Ternyata, hal itu salah! Karena, tiba-tiba malaikat datang kepadaku dan berkata “Selamat, kamu bisa meninggalkan dunia ini”.
Malaikat itu pun menjelaskan ada proses yang tidak kumengerti dimana baru beberapa jam kemudian rohku bisa terangkat dari tubuhku. Terdengar aneh, tapi itu memang terjadi padaku.

Saat aku melihatnya dia seperti meraba sebuah ruangan. Dia menggoyang-goyangkan tangannya seakan-akan merasakan ada sesuatu di ruangan tersebut. Hey, apakah dia tidak sadar bahwa tangannya sedang menembus roh-ku.

Dia pun pergi dari kamarnya dan ke suatu tempat. Ternyata, dia mengunjungi kuburanku. Menurutku, itu terlihat aneh. Bagaimana bisa orang mengunjungi kuburan seseorang dua kali sehari ?. Kebanyakan orang melayat saat hari perayaan tertentu saja.
—beberapa saat kemudian—
Dia berada di depan kamarnya, dia melihatku, “bagaimana kau bisa disini ?. Bukankah kau sudah meninggal?” katanya kaget

“memang aku sudah meninggal”

“apa aku punya indra ke-enam?”

“tidak, kau juga sudah meninggal”

“mana mungkin aku sudah meninggal?. aku terlihat baik-baik saja”

“hey, setiap roh selalu merasa begitu. Kalau kau tidak percaya, buka saja pintu kamarmu”Saat dia membuka pintu tersebut, tangannya menembus pintu tersebut

“bagaimana aku bisa meninggal?”

“tragedi-nya sama sepertiku . Saat kamu pulang kamu mengalami tragedi kecelakaan beruntun”kata ku sambil menjentikkan kuku

“tapi tidak ada malaikat yang datang kepadaku?”

sebentar lagi dia datang”

Malaikat itu pun datang dan berkata kepada-nya,”Selamat kamu bisa meninggalkan dunia ini”

–the end–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s