A Precious Hour

Aku berada di kamarku, hanya tidur tiduran di kasur sambil memainkan handphoneku. Sebenarnya, tidak ada yang ingin  kubuka di sana. Tidak ada pesan apapun dari sana, aku hanya ingin menghilangkan jenuh, tapi tiba tiba handphoneku bergetar, ternyata ada salah satu temanku yang memberi pesan lewat What’s app.

Orang itu adalah Arga, dia adalah teman sekelasku. Aku dan dia tidak dekat. Tidak pernah mengobrol -kecuali kalau tentang masalah sekolah-

“Besok pr nya apa ?” Kata pesan yang ada di seberang sana.

“Gak ada” Jawabku singkat. Lagi pula, aku memang mau jawab apa lagi.

“Betulan ??”

“Iya”

“Kalo dihukum gimana ?” Aduh nih orang cerewet banget sih!

“Doa aja moga moga gak dihukum -_-“

“Ya elah mbak, emotnya gak usah gitu” Ya Tuhan, orang ini maunya apa sih

“Ya udah sorry” udahlah, mending minta maaf aja dari pada masalahnya jadi panjang

“Nyehhh -_- “sekarang mah dia yang emotnya kayak gitu. Ya udahalah, apa peduliku lebih baik tidak usah kubalas. Ternyata dia juga tidak balas, yasudah aku tidur saja.

“Eh, lu udah tidur yah ?” kok, tuh orang sms lagi sih

“belum”

“Gua bosen nih, ngelakuin sesuatu yuk” heh, nih orang mau ngapain.

“apaan ?”

“Ehm, lu jadi pacar gua selama sejam” heh, apa apaan ini. Kenapa aneh banget.

“Cuma sejam aja, hubungan ini gak usah didasari rasa cinta. Cuma buat lucu lucuan” maksudnya apaan ini, dikira dia aku cuma boneka aja apa yah -_- tapi tawarannya menarik juga.

“tunggu, gua mikir dulu”

“udahlah, terima aja”

“okedeh, kayaknya seru juga” hahaha gapapa deh lumayan buat nambah pengalaman walau aku gak suka sama dia.

“oke, pacaran dimulai dari sekarang”

Pada jam 21:15, kami memulai kegiatan ‘pacaran’ kami. Benar saja, semuanya berjalan seperti orang pacaran. Kami melucu, curhat, dan saling membuka aib. Bahkan, dia pernah cerita kalau dia terakhir ngompol waktu kelas 7. Hahaha, seorang yang sangat pendiam di kelas ternyata punya aib senista itu.

Aku juga menceritakan aibku, kalau aku pernah jatuh dari tangga karena tidur sambil berjalan. Dan dia juga menceritakan siapa orang yang dia tidak suka di kelas. Aku kaget ternyata dia tidak suka dengan ketua kelas kami, sama seperti aku.

Dia juga orang yang asik, enak diajak ngobrol. Ternyata orang yang begitu pendiam mempunyai pribadi yang menyenangkan di media sosial. Dan pada akhirnya dia menanyakan pertanyaan yang cukup serius.

“lu sebenarnya suka sama siapa ?” saat dia bertanya seperti itu, aku terdiam. Bingung harus menjawab apa dan saat aku melihat jam di handphone ternyata sudah menunjukkan pukul 22:14. Oke, sebentar lagi ‘kegiatan’ ini harus berakhir.

“Sorry, ini udah satu jam. Sekarang saatnya kita putus”
“oke, sekarang udah satu jam. Makasih yah udah mau jadi ‘a precious hour’ gua”

“iya, sama sama. Sampai ketemu besok di sekolah” oke, ‘kegiatan’ ini sudah berakhir. Aku tidak tahu besoknya jadi seperti apa. Apa kita akan lebih dekat dari sebelumnya saat di sekolah, atau dia tetap bersikap dingin, atau mungkin lebih parah dari itu. Tapi, satu jam yang sudah kujalani adalah satu jam yang sangat berharga yang tidak akan kulupakan sampai kapanpun dan aku juga sadar kalau dia juga adalah ‘a precious hour’ ku.

END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s