The next target (part 3)

*luhan pov*

Setelah sekitar 30 menit, pria itu datang ke hadapanku. Membawa sepiring sate.

“Nah, makanlah ini” kata pria itu menyodorkan satu tusuk sate kepadaku.

Continue reading

Advertisements

the next target (part 2)

*Author pov*

Luhan menyipitkan matanya, meneliti siapa orang bajingan yang menculiknya. Dia tak bisa melihatnya wajahnya dengan jelas, karena cahaya lampu yang remang remang. Tapi, orang itu terlihat menggunakan masker hitam yang menutupi hidung, mulut dan dagunya. Yang terlihat hanyalah mata dan dahinya. Continue reading

the next target (part 1)

*Luhan pov*

“Pak bagaimana? Apa dia sudah ditemukan?” aku duduk di hadapannya dengan tatapan yang penuh harapan sementara jari-jarinya masih menari di atas mesin tik tersebut.

Seketika, ia berhenti dari kegiatannya tersebut,” Maaf, pak. Kami belum bisa menemukannya” lalu ia menyeruput secangkir kopi yang ada di samping mesin tik tersebut.
Continue reading