The next target (part 3)

*luhan pov*

Setelah sekitar 30 menit, pria itu datang ke hadapanku. Membawa sepiring sate.

“Nah, makanlah ini” kata pria itu menyodorkan satu tusuk sate kepadaku.

Continue reading

Advertisements

the next target (part 1)

*Luhan pov*

“Pak bagaimana? Apa dia sudah ditemukan?” aku duduk di hadapannya dengan tatapan yang penuh harapan sementara jari-jarinya masih menari di atas mesin tik tersebut.

Seketika, ia berhenti dari kegiatannya tersebut,” Maaf, pak. Kami belum bisa menemukannya” lalu ia menyeruput secangkir kopi yang ada di samping mesin tik tersebut.
Continue reading

Secret Admirer

738

Aku menaruhkan surat yang sudah kutulis tadi malam ke dalam lokernya, “Semoga dia membalasnya” gumamku sambil menutup lokernya. Kau tahu bagaimana cara aku dapat membukanya ? Aku memakai jepitan kecil yang biasa kupakai di poni panjangku. Setelah aku menaruh suratku ke dalam lokernya, aku menutup kembali loker itu lalu menguncinya dengan jepitanku setelah itu aku memakaikan jepitan itu ke poniku lagi. Continue reading