Rail

Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | chapter 3

Advertisements

Rail (part 3)

*Cella pov*

“Terima kasih yah sudah mau menolongku” kataku menghadapkan wajahku ke arahnya yang ada di belakangku yang sedang duduk di pinggir kasur sementara aku sedang duduk di depan meja belajar karena mengerjakan pr.

“Iya sama sama” Katanya tersenyum di hadapanku.

“Ngomong ngomong mereka siapa ?” Katanya nemecahkan keheningan yang sempat terjadi beberapa saat.

“Maksudmu siapa ?” kataku sambil mengerjakan pr dan memikirkan rumus rumus yang ada di kepalaku. Memilih rumus apa yang cocok pada setiap pertanyaan. Continue reading

Rail (part 2)

—-Seminggu kemudian—-

Aku membuka mataku. Mengerjapkannya beberapa kali untuk mengumpulkan kesadaran. Oh…  ternyata surga tempatnya seperti ini. Sama saja seperti di dunia, tidak ada yang istimewa.

“Hi”, kata seseorang yang memakai mantel hitam serta tudung yang ada di kepalanya. Kurasa dia adalah malaikat pencabut nyawa.

“Oh… jadi kau yang mencabut nyawaku. Terimakasihyah”, aku tersenyum tulus di depannya. Aku  senang  bisa  meninggalkan  dunia  ini  tanpa  harus  melakukan  hal  bodoh   seperti  bunuh  diri. Continue reading

Rail (part 1)

*Cella pov*

Aku membaca novel romantis kesukaanku di kelas saat anak anak lain keluar dari kelas sekedar untuk makan atau pun ke perpustakaan. Dari dulu , aku lebih suka membaca di kelas dari pada di perpustakaan. Mungkin karena kelas yang sepi membawaku ke suasana yang lebih tenang.

Ah sial, tiba tiba dua orang yang paling ku benci di sekolah ini atau mungkin di dunia ini datang kepadaku. Yap, mereka adalah Deutro dan Demitri. Pasangan kembar yang huruf di depan namanya sama sama ‘D’ dan selalu mendapat nilai ‘D’ di kelas. Continue reading